Artikel ini diawali dengan perasaan “bersalah” saya terhadap ilmu yang saya tekuni. Setelah berbulan-bulan nge-blog, tidak ada satupun artikel yang berkenaan dengan ilmu Teknik Kimia secara eksplisit. Hahahaha.. Untuk itu, saya akan mencoba untuk menyadarkan Anda semua mengenai berbagai hal sederhana yang terjadi di sekitar kita, yang pada dasarnya sangatlah erat dengan ilmu Teknik Kimia. Percaya deh, artikel yang ini tidak “berat” sama sekali. Lagipula saya akan sangat berusaha untuk meminimalisasi penggunaan kata yang terlalu “lokal”. Hehehe..
Gravatar support and along with automatic thumbnail re-sizer.

Trend cinta lingkungan dan beberapa fenomena skeptik bahkan memalukan.

Opini terhadap film Fitna yang menjadi buah bibir masyarakat baru-baru ini.

Anda salah satu dari sekian banyak orang yang amat membenci sinetron?
Simply my life; stupid and funny stories but yet unique and memorable. My past, my dreams, and my future.
My opinions about life, philosophy, psychology, religion, idealism, and issues around me. Warning, these are only my opinions.
Cool movie and music review at your desk! Along with some tips which usually are unhelpful and stupid.
Anda bukan warga Jakarta? Saya juga bukan. Tapi walaupun begitu, pasti ada saja hal-hal yang membuat Anda terpaksa harus ke Jakarta. Entah urusan bisnis lah, urusan beasiswa lah, atau hanya sekedar jalan-jalan menghabisi liburan dengan menyusuri mal-mal Jakarta yang, sejujurnya, emang paling keren se-Indonesia.
Setelah dibukanya jalur Cikampek-Purwakarta-Padalarang-Bandung-Cileunyi (Cipularang dan Purbaleunyi), penggunakan kendaraan pribadi sebagai alat transportasi antara kota-kota tersebut semakin menjadi kebiasaan, bahkan menjadi pilihan banyak orang ketimbang kereta api dan pesawat udara tentunya. Untuk memudahkan dan memperlancar perjalanan Anda, berikut ini tersedia 4 (empat) tips yang dapat Anda terapkan walaupun kemanjurannya belum terbukti karena selama ini hanya saya terapkan kepada diri saya sendiri. Hehehe..
(Read the full story…)

Apakah Anda memiliki karakter hidup seperti Joni Si Supir Angkot? Bukan cerita ugal-ugalan ataupun tidak taat peraturan, tapi sebuah inkonsistensi egoistik antara lidah judgemental dan realitas tingkah laku.
Anda kenal Joni?
(Read the full story…)

It’s a simple question. How do you react to change?
Bayangkanlah Anda berada dalam suatu keadaan dimana segala hal-hal di sekitar Anda mulai berubah dan mulai bermunculan berbagai ketidakpastian di sekitar Anda. Mungkin banyak contoh yang bisa Anda bayangkan; katakanlah hal-hal lumrah seperti pindah sekolah karena orang tua yang pindah tempat dinas atau mungkin perubahan rutinitas harian yang cukup fundamental karena berhentinya pembantu di rumah kita misalnya. Atau mungkin hal-hal berbau cinta seperti seseorang yang baru saja jadian dan mulai berpikir akan sekian banyak hal yang akan berubah dengan keberadaan orang baru tersebut; atau seseorang yang baru saja diputuskan pacar dan harus menghadapi dunia yang mega-besar ini dalam kesendirian. Hmm.. bagaimana dengan kasus di tempat kerja? Katakanlah pergantian kepengurusan, deployment, rekruitmen orang baru atau mungkin pemecatan. Atau untuk kasus yang lebih global dan menyangkut orang banyak katakanlah undang-undang atau peraturan baru, kabinet baru, atau mungkin presiden baru.
How do you react to those changes?

Ada satu hal yang menarik dalam sistem pendidikan Indonesia khususnya untuk tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, yaitu penanaman budi pekerti, wawasan kenegaraan, wawasan Pancasila dan UUD 1945, wawasan Bhinneka Tunggal Ika, wawasan persatuan dan kesatuan, wawasan lingkungan, dan berbagai doktrinasi lainnya yang dianggap penting untuk membangun karakter dan pola pikir anak bangsa. Salah satu doktrinasi yang masuk dan tertanam di benak kita ialah bahwa kita tinggal di suatu negara yang kaya akan kenakeragaman hayati, kaya akan sumber daya alam, termasuk darat dan lautan, negeri yang memiliki tanah yang subur, bahkan tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman.
“Orang bilang tanah kita tanah surga,
tongkat kayu dan batu jadi tanaman.”
Apakah doktrinasi itu salah?
Tidak.
Apakah doktrinasi itu tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya?
Hmm.. Sesuai sih.. relatively..

Para pria yang sudah menikah ternyata memiliki hormon testosteron yang lebih rendah. Bahkan, kadar hormon testosteron ini diketahui lebih rendah lagi pada pria yang sudah memiliki anak. Lebih rendahnya hormon testosteron pada pria yang sudah berkeluarga ini diyakini berperan untuk membuat para pria lebih setia serta mendorong mereka membagian sebagian besar waktu dan energi yang mereka miliki untuk keluarganya. - Evolution and Human Behavior Research
Incredible, huh? It is superbly a natural mechanism. Yah, walaupun menurut saya, mekanisme tersebut ialah sebuah mekanisme alami untuk menekan laju pertambahan penduduk? Hahaha..
But, actually that is not the point I am talking about. My point is “What is the best way to deal with the transition of life stages? Is there really something to prepare? Or just let our brain and body naturally deal with all the stuffs?” Well, I mean, I believe that there is some hormonal activities that occurs inside our body that complexly control our emotions even our way of thinking. Is there?? I hope so. Hehe..
(Read the full story…)

suatu hari saya ditemani Hanna sedang berjalan-jalan ke Cihampelas Walk dan berencana menonton sebuah film komedi Indonesia berjudul Otomatis Romantis. Berhubung film baru mulai sekitar satu jam lagi, kami menghabiskan waktu kami dengan berjalan-jalan mengelilingi Ciwalk mulai dari lantai terendah hingga yang tertinggi. Yogya Dept. Store lalu TimeZone dan akhirnya sampai juga di sebuah tempat yang menjadi inti permasalahan artikel ini. Di lantai paling atas, di pojok terujung bagian depan bangunan utama Ciwalk, kami melihat maket pengembangan Ciwalk menjadi Cx (Ciwalk Extention). Hal yang pertama terlihat dalam pikiran saya ialah:
“Hah? Extention? Maksudnya? Extension??”
Gua bukannya sok bener. gua juga bukannya sok yang paling tahu bahasa Inggris. ya mungkin aja bahwa kata “Extention” ini memiliki arti filosofis tersendiri yang belum gua tau. Ya, gua mendekat aja deh. kali aja ada penjelasannya.
(Read the full story…)
visit indonesia 2008: celebrating 100 years of national awakening. kali ini gua seneng ngeliat logonya! hehe.. tidak seperti yang waktu itu saya bahas di artikel ini.. hehe.. dan walaupun kampanye tersebut sempet bikin malu karena ada grammatical error di tagline nya (tapi sekarang katanya sudah diperbaiki), setidaknya ini sudah menjadi langkah awal yang bagus banget buat pariwisata Indonesia.
hah? grammatical error? yes! hehe.. the first edition of the advertisement (and also the video above) reads “celebrating 100 years of nation’s awakening”.. BUT actually it should be “celebrating 100 years of national awakening.”
lo gak percaya? lo kita gua sotoy? okee.. baca ini dehh.. dan juga ini..
nih gua kutip berita dari MSN Indonesia yang juga sudah dikutip oleh blog tsb.
A grammatical error in Indonesia’s new 2008 tourism campaign — splashed across airplanes and television advertisements — is to be fixed, a tourism ministry official said Wednesday.
The new slogan of the “Visit Indonesia 2008″ campaign reads: “Celebrating 100 years of nation’s awakening.” “Nation’s”, in correct English, should read either “national” or be preceded by a definite article.
The awkward phrase is already plastered across the flagship carrier Garuda Indonesia’s A330 planes — which were inaugurated by the tourism minister Jero Wacik last week — and appears on websites and in a TV advertisement.
Berikut ini 4 tips penting untuk menjelajahi kota Jakarta dengan menggunakan mobil. Boleh dibaca bila Anda senggang, boleh di-bookmark bila Anda sibuk. Hehehe..
Di Indonesia, tongkat kayu dan batu pun jadi tanaman. Doktrinasi tersebut telah mendarah daging semenjak zaman kita SD. Apakah itu berefek baik?
A magazine-style Wordpress theme with tabbed navigation, slideshow featured articles, ads-ready, nice icons, and a lean CSS. It’s white, neat, and fresh!