Hormonal Work for Work Ethics
12.02.08 at 9:41 in Personal # 7 CommentsPara pria yang sudah menikah ternyata memiliki hormon testosteron yang lebih rendah. Bahkan, kadar hormon testosteron ini diketahui lebih rendah lagi pada pria yang sudah memiliki anak. Lebih rendahnya hormon testosteron pada pria yang sudah berkeluarga ini diyakini berperan untuk membuat para pria lebih setia serta mendorong mereka membagian sebagian besar waktu dan energi yang mereka miliki untuk keluarganya. - Evolution and Human Behavior Research
Incredible, huh? It is superbly a natural mechanism. Yah, walaupun menurut saya, mekanisme tersebut ialah sebuah mekanisme alami untuk menekan laju pertambahan penduduk? Hahaha..
But, actually that is not the point I am talking about. My point is “What is the best way to deal with the transition of life stages? Is there really something to prepare? Or just let our brain and body naturally deal with all the stuffs?” Well, I mean, I believe that there is some hormonal activities that occurs inside our body that complexly control our emotions even our way of thinking. Is there?? I hope so. Hehe..
And firstly, I want to make it clear that it has nothing to do with marriage nor childbirth. I’m talking about life-stages in general.
Saya semua memulai kehidupan layaknya bayi mungil tanpa dosa, lalu melanjutkan hidup sebagai anak TK penuh canda, anak SD penuh tawa, anak SMP penuh gaya, anak SMA dengan cinta, dan sekarang sebagai anak kuliahan penuh problematika. And what’s next?
Do you feel like you used to be sure for what’s in front of you but now you don’t?
Anyone feel like they’ve always get what they wanted but now they’re facing a huge and cold atmosphere of fog?
Conclusively, how if I say that I’m feeling not mature enough to start working?
Huahahahahahaha… anj*ing, kenapa gua jadi curhat.. hahaha..
Coba bayangkan hidup di dunia di mana suatu kesalahan dipastikan memiliki suatu konsekuensi yang konkrit yang bukan sengaja dibuat atas nama pendewasaan dan pendidikan manusia. Coba bayangkan menjalani suatu rutinitas tingkat tinggi yang mengambil porsi besar hari Anda. Coba bayangkan menjalani suatu hidup penuh target dan berada di komunitas di mana persaingan tidak sehat merupakan suatu aktifitas yang dilegalkan di bawah kertas. Coba bayangkan hidup dengan ribuan deskripsi kerja dan perintah-perintah yang tak jarang membangkitkan luapan emosi jiwa yang amat berbahaya kalau hati kita tidak dilengkapi dengan sistem pengendalian proses yang baik.
That’s life! Yes I know!
Mungkin sebagian besar orang merasa bahwa transisi dunia kuliah ke dunia kerja sama saja dengan transisi jenjang pendidikan misalnya dari SD ke SMP atau dari SMA ke kuliah. Tapi, bukankah ada suatu prinsip yang amat berbeda dalam transisi kali ini? Selama ini kita berjalan pada suatu jalur yang sedemikian pasti, kita tahu apa yang akan kita lakukan, kita tahu bagaimana kita dievaluasi, kita tahu kapan kita selesai, dan semuanya memiliki suasana yang sama. Tapi cobalah bayangkan dengan dunia kerja. Sudah jelas bahwa perjalanan karir kita sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Kapan kita selesai? Jelas kita tidak tahu. Evaluasi? Waw.. dunia kerja ialah sebuah dunia penuh subjektivitas dimana kita sebagai objek evaluasi tidak memiliki kekuasaan apapun terhadap satupun parameter-parameter yang ada.
Well, you will be ready at the very moment.. And anyway, school is basically a work preparation, isn’t it?
Iya sih.. It’s just that I’m feeling I’m not mature enough to start working. Or maybe, how if I let the hormones do their job descriptions? Is there any hormone that control the professionalism and work ethics of human?? That make human naturally resistant to stress and pressures? Hahaha.. Yeah, like they exist. Hehehe..
My lucky friends’ graduation is happening in 5 months. Luckily, I can have mine in 8 months.
Never think that it will come that soon..
Newsletter
Subscribe RSS

“well, putting faith in yourself is not that easy even if you know that it is the right thing. hehehe..”
Bener….gue juga suka gitu kadang-kadang, kenapa ya sebabnya? Mungkin karena kita masih kepengen eksplor hal-hal baru dan menyenangkan di luar sana, atau lebih ke arah guilty pleasure hehehe.
well, putting faith in yourself is not that easy even if you know that it is the right thing. hehehe..
dimas, apakabar reservoir yang kauledakkan? berhasil gak? banyak gas/minyak nya? hehe.. total tuh mainly gas kan?
M, i absolutely agree with you. it’s my body - my order, baby! hehehe.. great rhyme anyway.. (hahaha jadi gak penting.)
yonna, hah? testosteron? waw.. berarti wanita karir umumnya agresif dalam hal seks? huahahahaa..
oh gitu ya? baru tau.
saya malah taunya, perempuan bekerja contohnya lawyer maka hormon testoteronnya lebih tinggi daripada perempuan yang gak kerja. makanya perempuan bekerja lebih asertif dan kadang agresif hehe.
tapi gue engga kok, hehe, cewek agresif bikin gue il-feel liatnya
hey boy, worry not!
the work of our body is response bolak balik. brain can stimulate hormone and hormone can stimulate brain.
it is true that work performance can be influenced by your hormonal performance. but also, you can adjust your hormone by thinking, believing or adjusting ur thought.
how do u think evolution happen, coba?
malah in crappy sciece (or scientific crap, gue kaga tau lebih cenderung ke mana), the present condition dimana wanita saat make love lebih duluan ready dan bersifat menunggu laki2 masuk, is actually happen after centuries of evolution dimana wanita harus adaptasi dengan kondisi melayani laki2.
hahaha..dahsyat juga kan tubuh manusia bisa adaptasi sampe segitunya!
so just set in ur mind that u are ready, and u will be ready.
lagian ketidaksiapan lo itu latar belakangnya apa? itu kan yang mempengaruhi ur mind think negative and give negative order to ur confidence.
who is ready for anything anyway, kalo kita cuman nungguin hormon to be ready. it’s ur body, ur order baby!
Yup bel..it will come that soon…
dan dunia kerja juga akan datang secepat itu..
gua inget banget carut marut masa2 akhir kuliah yang gua combokan saja dengan mencari kerja…
dan all of the sudden gua harus kerja mulai 1 november 2007, yang berarti 4 hari aja setelah gua wisuda…yuu…
dan itu bakal terjadi juga sama lu..asli bel..ga akan kerasa…waktu lu liat temen2 lu wisuda juli dan udah pada kerja/nyari kerja..lu ga mikir itu bakal kejadian segera pada diri lu…tp ternyata…ya gitu lah..
dan semuanya berjalan begitu cepat
gua baru aja mengeluarkan rekues perforasi yang berarti gua menyuruh orang menembak reservoir menggunakan biaya ribuan dollar…di usia semuda ini..damn..hidup memang keras..hahahaha
huahahaha.. itu bukan panik bir.. tapi kenyataan yang sebentar lagi kita hadapi.. moga2 aja setelah S2 bisa jadi lebih siap kerja dan pikirannya jadi lebih terbuka terhadap segala hal.. hehe..
iya kerasa cepet bgt bir.. kayanya baru kemaren kita ketemu di depan lapangan tenis ITB yang sekarang udah gak ada lagi.. dan gua bilang, “birru? sodaranya merah ya?” hahahaha…
Hmmm…bikin panik aja postingan lo bel..
Jd berpikir lebih jauh lagi ttg dunia kerja…dag dig dug..
Banyak bgt niyh yg bikin panik…
Panik klo lama dapet kerjanya
Panik klo kerjaannya ga menarik
Panik klo ternyata gw ga bisa survive di lingkungan kerja
Panik klo semua yg uda gw rencanain untuk career path gw ternyata ga sesuai harapan..
Halah jadi curhat!!hehe
Fiuhh..iya kerasa cepet bgt yaaa.. Uda ampir 4 tahun aja gtu…