Side Notes

This entry was posted on 8 October 2007 at 13:42 and filed under The Unessentials section.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.com.

Get Platformate for your blog!

You can have this theme for your blog with a very reasonable price. Package includes whole theme installation and configuration. Just sit back, relax, and everything will be ready for you. Buzz me for more information!

Arthemia Premium

Home » Blog » The Unessentials

Simpang Dago Mendadak Sepi

Simpang DagoSimpang Dago? penghuni-penghuni ITB dan UNPAD Dipatiukur pasti tau banget ama yang namanya Simpang Dago. Perempatan Dago-Siliwangi-Dipatiukur yang dipenuhi beragam tempat-tempat makan pinggir jalan yang notabene amat digemari anak kos karena harganya yang relatif murah. Selama bulan Ramadhan, ada fenomena yang amat memuakkan yang terjadi di simpang dago (*khususnya bagi mereka yang mengendarai kendaraan bermotor). Fenomena tersebut terjadi pada pukul 17:00 hingga 18:15.

17:00-18:15
SIMPANG DAGO MACET TOTAL.
Yang anehnya, polisi dengan jumlah yang amat banyak berkeliaran di kisaran Simpang Dago dan gara-gara saking banyaknya mungkin dapat disimpulkan bahwa penyebab kemacetan ialah karena mereka berdiri di tengah-tengah perempatan (*hahahaha..). Kalau Anda salah satu pemilik kendaraan bermotor dan pernah melewati Simpang Dago di saat mau berbuka puasa, Anda pasti merasakan puasa Anda menjadi semakin sulit karena emosi yang menggerayangi Anda karena berada dalam macetnya Simpang Dago. (sotoy karena gw gak puasa).

Traffic light?? Gak guna.

Kendaraan dari keempat arah berada di tengah-tengah perempatan!

Yang satu mau lurus, yang satu mau belok.

Yang satu mau lurus tapi karena gak sabaran, akhirnya dia memutuskan untuk belok namun tak disangka keputusannya membuat dia diumpat dan diklakson berjuta orang karena dianggap tidak konsisten dalam menentukan tujuan perjalanan. (*Hahahahaha…)

18:15-seterusnya
Huahhh.. betapa menyenangkannya Simpang Dago, semuanya damai-aman-tentram-terkendali. Polisi hanya terlihat satu-dua pantat saja. (*nyadar gak sih celana polisi memiliki kontur di pantatnya? Apakah pantat mereka beraktivitas sedemikian hebohnya sehingga celana mereka harus dilengkapi dengan kontur?). Sisa-sisa polisi terlihat bersantai-santai di pos penjagaan sambil menunggu mobil atau motor yang salah belok seraya mereka mengeluarkan peluitnya dan lalu “prittttttttttttttt…”

“Huahhh… untungnya gw gak se-sial mobil itu….” (*Hahahaha…)

Itu merupakan fenomena yang sehari-hari dapat Anda lihat di Simpang Dago akhir-akhir ini.

TAPI TIDAK MULAI SABTU KEMARIN.

Mulai Sabtu kemarin, Simpang Dago berada dalam keadaan amat normal. Menjelang buka puasa, semuanya aman terkendali. Tidak ada stagnasi di tengah perempatan jalan, tidak ada polisi berlalu-lalang, bahkan polisi cabutan pun tak ada.

ANEH.
Lalu sambil mengendarai Avanza hitam berdesain eksklusif (karena memiliki bercak-bercak coklat unik-berubah-tiap-hari baik di eksterior maupun di interiornya), gw mencoba mengerti, menganalisa, dan mengerenyitkan dahi. Kenapa jumlah manusia di Simpang Dago ini mengalami penurunan? Mengapa jumlah mobil nya pun mengalami penurunan? Amat drastis malahan. Apakah karena pedagang kaki lima di sini kebanyakan?? Akhirnya terlintas suatu kalimat di otak gua dan terkuak melalui mulut gw tanpa gua sadari:

“Ohh iyaa… kan hari ini tuh udah libur kuliah! Jadi Simpang Dagonya sepi..”

Dari situ gw menarik sebuah kesimpulan:
Kemacetan di Simpang Dago saat menjelang buka puasa disebabkan karena ITB terlalu populer di Jakarta.

8 Comments

  1. ratih wulandari said:

    kan ngga mesti jakarta bell… huhuhuhuhu

  2. michaeljubel (author) said:

    hehehe.. Met idul fitri upi.. Mohon maaf lahir batin… Wahh didatengin keluarga enak nih.. Belanja2 dong.. Hehehe.. Happy holiday! :D

  3. upi said:

    oho, liat aja abis lebaran nanti. pasti bandung ramai lagi dengan keluarga-keluarga jakarta yang ga mudik.. (termasuk gw, sepertinya)
    hehehe

  4. michaeljubel (author) said:

    buat AudreyCornu: gak mudik nih.. hehehe… lahir di Bandung, gede di Bandung, dan di kampung halaman dah ga ada siapa2.. dah merantau semuaa.. hehehe.. iya sih emang ITB populer di seluruh Indonesia.. tapi mahasiswanya yang anak JAKARTA banyakkk bangetttttt… hehehe..

    Jubel: lo dari SMA mana?
    AA: SMA 8 Jakarta..
    Jubel: lo??
    BB: Hmm.. Kanisius.
    Jubel: kalo lo darimana??
    CC: Gua dari BPK Jakarta.
    Jubel: Hmmm… lo darimana?
    DD: Gua dari Alpuss.. tuh die dari PL..
    Jubel: Oooo.. kalo lo?
    EE: Gua dari SMA 3 Bandung.
    Jubel: (finally) :)

  5. AudreyCornu said:

    “…Karena ITB terlalu populer di Jakarta.”

    Kesimpulan yang lucu, hehe…
    Populer di seluruh Indonesia, kali.. Kan banyak juga yang pulang ke kota lain.

    Kebayang deh sepinya Simpang… Lagi menunggu Jakarta sepi, nih! Gila-gilaan macetnya tadi sore… -_-

    Jubel ngga mudik?

  6. michaeljubel (author) said:

    buat dheend: bukan sekedar gt aja din.. dari situ dapat disimpulkan bahwa ITB 75% nya dikuasai oleh warga Jakarta.. dasar… belum lagi kalo membahas peningkatan “kemakmuran” mahasiswa baru ITB dari tahun ke tahunnya… mobill makin banyakkkkkkkkkkk….

    buat mya: Huahahaha.. iya juga sih.. dodol gue.. abis kalian nun jauh di atas Cimbeuleuit sana sih.. sok-eksklusif.. HUAHAHAHA….

  7. mya said:

    “Simpang Dago? penghuni-penghuni ITB dan UNPAD Dipatiukur pasti tau banget ama yang namanya Simpang Dago.”
    bel,penghuni unpar juga kali..hihi

  8. dheend said:

    huhahaha…org2 jakarta di bdg dh pada mudik yahh…hohohoh

Leave your comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled website. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.com.

Greetings

Welcome to JUBEL and The Unessentials: a blog, portfolio, and personal website of Michael Jubel Hutagalung.

Who am I?

I am a web designer from Bandung, Indonesia. Addicted to CSS, XHTML, AJAX, and Wordpress. I'm currently available for freelance projects. Just give me a buzz and tell me what you need.

Buzz Me!